"Baarokallohu lahumaa. Harusnya mbak @umm_shaheed_jannah mengi'lankan atau memberi berita ke org2/medsos. Foto2 waktu nikah. Biar org2 gak curiga. Hehe. Maap," sahut akun @kang_abib. "Saya kagum sama kakak @umm_shaheed_jannah dan saya ngefans bgt dari kecil sama kakak @indrabruggman," puji akun @neethrespect. Namun, di luar komentar para netizen, melalui foto-foto Soraya Abdullah dengan jelas menyebut Indra L Bruggman dengan kata 'abi' (ayah), sedangkan Soraya membahasakan namanya dengan sebutan 'umi' (ibu).Latest Post
Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts
Foto Soraya Abdullah Menuai Reaksi Netizen
"Baarokallohu lahumaa. Harusnya mbak @umm_shaheed_jannah mengi'lankan atau memberi berita ke org2/medsos. Foto2 waktu nikah. Biar org2 gak curiga. Hehe. Maap," sahut akun @kang_abib. "Saya kagum sama kakak @umm_shaheed_jannah dan saya ngefans bgt dari kecil sama kakak @indrabruggman," puji akun @neethrespect. Namun, di luar komentar para netizen, melalui foto-foto Soraya Abdullah dengan jelas menyebut Indra L Bruggman dengan kata 'abi' (ayah), sedangkan Soraya membahasakan namanya dengan sebutan 'umi' (ibu).Lebaran 2014 - Idul Fitri 1 Syawal 1435 Hijriah
Bulan suci Ramadan sudah memasuki akhir dan umat muslim segera menyongsong perayaan Idul Fitri. Untuk menentukan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H, Kementerian Agama berencana akan menggelar sidang isbat pada Minggu 27 Juli 2014. "Sidang isbat insya Allah akan kita gelar 27 Juli Sore," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai berbuka puasa bersama di kediamannya, Jalan Widya Chandra, Jakarta, Jumat (25/7/2014).
Dengan adanya perbedaan penentuan 1 Ramadan kemarin dengan Muhammadiyah, Lukman berharap agar penentuan 1 Syawal nanti bisa serentak di seluruh Indonesia. "Kita tunggu saja sampai sidang isbat ya. Tapi mudah-mudahan tidak (berbeda)," tambah Lukman.
Sebelumnya, menjelang awal Ramadan lalu, Kemenag tak lagi menyiarkan secara langsung jalannya sidang isbat (penetapan) awal Ramadan 1435 H/2014 M. Termasuk sidang isbat awal Syawal seperti tahun-tahun sebelumnya. Siaran langsung hanya untuk hasil sidangnya saja. Jadi proses jalannya sidang tak dapat dilakukan secara langsung lagi seperti tahun lalu.
Lukman Hakim sebelumnya menginformasikan kementerian yang dipimpinnya siap menggelar sidang isbat. Hanya kemungkinan proses jalannya sidang tahun ini tidak akan disiarkan langsung oleh stasiun televisi. "Saya kira tidak perlu disiarkan langsung proses jalannya sidang. Cukup hasilnya saja yang disiarkan langsung," katanya. (Liputan6)
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memprediksi 1 Syawal 1435 Hijriah akan jatuh pada waktu yang sama, sehingga hari raya Idul Fitri 2014 berpotensi sama. "Potensi kebersamaan Idul Fitri itu untuk tahap awal dapat diketahui dari aspek hisab dalam komunitas NU," kata Koordinator Rukyatul Hilal PWNU Jatim HA Sholeh Hayat kepada Antara di Surabaya, Sabtu (26/7/2014).
Menurut dia, ada tujuh hasil hitungan dengan tujuh sistem yang hasilnya mendekati kebersamaan tentang saat terjadinya "ijtimak unnayyi ren" (konjungsi saat matahari dan rembulan bertemu sebagai pertanda astronomi awal lahirnya hilal/sabit). "Kitab Sullamun Nayyiren mencatat bahwa ijtimak terjadi pada pukul 04.45 WIB (pagi hari) dengan irtifak (ketinggian hilal) 6,42 derajat," kata Wakil Ketua PWNU Jatim itu.
Selain itu, Kitab Fathurrouf fil Mannan mencatat bahwa ijtimak terjadi pukul 04.27 WIB dengan irtifak hilal 6,27 derajat, lalu Kitab Irsyadul Murid mencatat bahwa ijtimak pukul 5,43 WIB dengan irtifak hilal 3,28 derajat.
Selanjutnya, Kitab Irsyadul Jadid mencatat bahwa ijtimak terjadi pukul 05.33 WIB dengan irtifak hilal 3,35 derajat, lalu Sistem Ephimeris Hisab Rukyat mencatat bahwa ijtimak terjadi pukul 05.33 WIB dengan irtifak hilal setinggi 3,49 derajat.
Berikutnya, Sistem Ephimeris mencatat bahwa ijtimak terjadi pukul 05.44 WIB dengan irtifak hilal 3,30 derajat, lalu Sistem Accurate Time mencatat bahwa ijtimak sudah imkan rukyat di atas 3 derajat. "Imkan rukyat itu berarti posisi hilal/sabit sangat mungkin dilihat dalam Rukyatul Hilal (melihat sabit secara kasat mata). Jadi, potensi kebersamaan itu sangat besar," katanya.
Namun, walau dari aspek hitungan hisab bahwa hilal sudah dapat dilihat dalam Rukyatul Hilal, nahdliyyin (masyarakat NU) masih memerlukan satu tahap lagi sesuai syariat yakni melakukan Rukyatul Hilal itu. "Untuk Jawa Timur, Rukyatul Hilal akan dilakukan pada 12 lokasi yakni Tanjungkodok, Lamongan; Bukit Condro, Gresik; Pantai Ambet, Pamekasan; Pantai Gebang, Bangkalan; dan Pantai Nambangan, Kenjeran, Surabaya," katanya.
Selain itu, rukyatul hilal juga dilakukan di Pantai Serang, Blitar; Pantai Ngliyep, Malang Selatan; Pantai Gili Ketapang, Probolinggo; Pantai Nyamplong, Jember; Pantai Kalbut, Pasir Putih, Situbondo; Tanjung Awar-Awar, Tuban; dan Pantai Srau, Pacitan. "Walau demikian, keputusan terakhir ada pada Sidang Itsbat Menteri Agama pada Minggu (27/7) pukul 19.30 WIB. Insya-Alllah, rukyat berhasil di antara 61 lokasi se-Indonesia," katanya.
Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1435 Hijriah jatuh pada 28 Juli 2014 berdasarkan "hisab hakiki wujudul hilal". Berdasarkan hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal tersebut mencatat bahwa ijtimak menjelang Syawal 1435 Hijriah terjadi pada 27 Juli 2014 pukul 05.43.39 WIB atau pagi hari yang berarti sudah terjadi ijtimak, karena ijtimak terjadi sebelum terbenam Matahari. Source : Antara
Dengan adanya perbedaan penentuan 1 Ramadan kemarin dengan Muhammadiyah, Lukman berharap agar penentuan 1 Syawal nanti bisa serentak di seluruh Indonesia. "Kita tunggu saja sampai sidang isbat ya. Tapi mudah-mudahan tidak (berbeda)," tambah Lukman.
Sebelumnya, menjelang awal Ramadan lalu, Kemenag tak lagi menyiarkan secara langsung jalannya sidang isbat (penetapan) awal Ramadan 1435 H/2014 M. Termasuk sidang isbat awal Syawal seperti tahun-tahun sebelumnya. Siaran langsung hanya untuk hasil sidangnya saja. Jadi proses jalannya sidang tak dapat dilakukan secara langsung lagi seperti tahun lalu.
Lukman Hakim sebelumnya menginformasikan kementerian yang dipimpinnya siap menggelar sidang isbat. Hanya kemungkinan proses jalannya sidang tahun ini tidak akan disiarkan langsung oleh stasiun televisi. "Saya kira tidak perlu disiarkan langsung proses jalannya sidang. Cukup hasilnya saja yang disiarkan langsung," katanya. (Liputan6)
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memprediksi 1 Syawal 1435 Hijriah akan jatuh pada waktu yang sama, sehingga hari raya Idul Fitri 2014 berpotensi sama. "Potensi kebersamaan Idul Fitri itu untuk tahap awal dapat diketahui dari aspek hisab dalam komunitas NU," kata Koordinator Rukyatul Hilal PWNU Jatim HA Sholeh Hayat kepada Antara di Surabaya, Sabtu (26/7/2014).
Menurut dia, ada tujuh hasil hitungan dengan tujuh sistem yang hasilnya mendekati kebersamaan tentang saat terjadinya "ijtimak unnayyi ren" (konjungsi saat matahari dan rembulan bertemu sebagai pertanda astronomi awal lahirnya hilal/sabit). "Kitab Sullamun Nayyiren mencatat bahwa ijtimak terjadi pada pukul 04.45 WIB (pagi hari) dengan irtifak (ketinggian hilal) 6,42 derajat," kata Wakil Ketua PWNU Jatim itu.
Selain itu, Kitab Fathurrouf fil Mannan mencatat bahwa ijtimak terjadi pukul 04.27 WIB dengan irtifak hilal 6,27 derajat, lalu Kitab Irsyadul Murid mencatat bahwa ijtimak pukul 5,43 WIB dengan irtifak hilal 3,28 derajat.
Selanjutnya, Kitab Irsyadul Jadid mencatat bahwa ijtimak terjadi pukul 05.33 WIB dengan irtifak hilal 3,35 derajat, lalu Sistem Ephimeris Hisab Rukyat mencatat bahwa ijtimak terjadi pukul 05.33 WIB dengan irtifak hilal setinggi 3,49 derajat.
Berikutnya, Sistem Ephimeris mencatat bahwa ijtimak terjadi pukul 05.44 WIB dengan irtifak hilal 3,30 derajat, lalu Sistem Accurate Time mencatat bahwa ijtimak sudah imkan rukyat di atas 3 derajat. "Imkan rukyat itu berarti posisi hilal/sabit sangat mungkin dilihat dalam Rukyatul Hilal (melihat sabit secara kasat mata). Jadi, potensi kebersamaan itu sangat besar," katanya.
Namun, walau dari aspek hitungan hisab bahwa hilal sudah dapat dilihat dalam Rukyatul Hilal, nahdliyyin (masyarakat NU) masih memerlukan satu tahap lagi sesuai syariat yakni melakukan Rukyatul Hilal itu. "Untuk Jawa Timur, Rukyatul Hilal akan dilakukan pada 12 lokasi yakni Tanjungkodok, Lamongan; Bukit Condro, Gresik; Pantai Ambet, Pamekasan; Pantai Gebang, Bangkalan; dan Pantai Nambangan, Kenjeran, Surabaya," katanya.
Selain itu, rukyatul hilal juga dilakukan di Pantai Serang, Blitar; Pantai Ngliyep, Malang Selatan; Pantai Gili Ketapang, Probolinggo; Pantai Nyamplong, Jember; Pantai Kalbut, Pasir Putih, Situbondo; Tanjung Awar-Awar, Tuban; dan Pantai Srau, Pacitan. "Walau demikian, keputusan terakhir ada pada Sidang Itsbat Menteri Agama pada Minggu (27/7) pukul 19.30 WIB. Insya-Alllah, rukyat berhasil di antara 61 lokasi se-Indonesia," katanya.
Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1435 Hijriah jatuh pada 28 Juli 2014 berdasarkan "hisab hakiki wujudul hilal". Berdasarkan hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal tersebut mencatat bahwa ijtimak menjelang Syawal 1435 Hijriah terjadi pada 27 Juli 2014 pukul 05.43.39 WIB atau pagi hari yang berarti sudah terjadi ijtimak, karena ijtimak terjadi sebelum terbenam Matahari. Source : Antara
Kisah Keturunan Nabi Adam dan Kaumnya
Habil dan Qabil adalah anak Nabi Adam AS. Allah mengabadikan kisah Habil dan Qabil dalam Al-Qur'an agar menjadi pelajaran bagi anak cucu Nabi Adam, termasuk kita semua. Sebuah kejahatan pertama yang dilakukan manusia di muka bumi.
Nabi kedua setelah Nabi Adam AS adalah Nabi Syith AS merupakan saudara Qabil dan Habil, Beliau merupakan keturunan pertama dari Nabi Adam AS dan dikaruniai kenabian oleh ALLAH SWT.
Nabi Idris AS adalah salah seorang rasul yang pertama kali diberikan tugas untuk menyampaikan risalah kepada kaumnya. Beliau diberikan hak kenabian oleh Allah setelah Nabi Adam dan Nabi Syith AS.
Nabi Nuh adalah nabi ke-4 sesudah Nabi Adam, Syith dan Idris AS yang merupakan keturunan ke-9 dari Nabi Adam AS. Ayahnya adalah Lamik bin Metusyalih bin Idris. Nabi Nuh menerima wahyu kenabian dari Allah dalam masa "fatrah" masa kekosongan dimana biasanya manusia kembali bersyirik dan melakukan kemungkaran di bawah pimpinan Iblis.
"Aad" adalah nama bapak suatu suku yang hidup di jazirah Arab di suatu tempat bernama "Al-Ahqaf" terletak di utara Hadramaut antara Yaman dan Umman dan termasuk suku yang tertua sesudah kaum Nabi Nuh AS serta terkenal dengan kekuatan jasmani dalam bentuk tubuh yang besar.
Mereka dikurniai oleh Allah tanah yang subur dengan sumber-sumber airnya yang mengalir dari segala penjuru sehingga memudahkan mereka bercocok tanam. Berkat kurnia Allah itu mereka hidup menjadi makmur, sejahtera dan bahagia serta dalam waktu yang singkat mereka menjadi suku yang terbesar.
Sebagaimana dengan kaum Nabi Nuh AS, kaum Nabi Hud AS yaitu Suku Aad ini penghidupan rohaninya tidak mengenal Allah Yang Maha Kuasa Pencipta alam semesta. Mereka membuat patung-patung yang diberi nama "Shamud" dan "Alhattar" dan Ajaran dan agama Nabi Idris dan Nabi Nuh sudah tidak berbekas dalam hati, jiwa serta cara hidup mereka sehari-hari.
Nabi kedua setelah Nabi Adam AS adalah Nabi Syith AS merupakan saudara Qabil dan Habil, Beliau merupakan keturunan pertama dari Nabi Adam AS dan dikaruniai kenabian oleh ALLAH SWT.
Nabi Idris AS adalah salah seorang rasul yang pertama kali diberikan tugas untuk menyampaikan risalah kepada kaumnya. Beliau diberikan hak kenabian oleh Allah setelah Nabi Adam dan Nabi Syith AS.
Nabi Nuh adalah nabi ke-4 sesudah Nabi Adam, Syith dan Idris AS yang merupakan keturunan ke-9 dari Nabi Adam AS. Ayahnya adalah Lamik bin Metusyalih bin Idris. Nabi Nuh menerima wahyu kenabian dari Allah dalam masa "fatrah" masa kekosongan dimana biasanya manusia kembali bersyirik dan melakukan kemungkaran di bawah pimpinan Iblis.
"Aad" adalah nama bapak suatu suku yang hidup di jazirah Arab di suatu tempat bernama "Al-Ahqaf" terletak di utara Hadramaut antara Yaman dan Umman dan termasuk suku yang tertua sesudah kaum Nabi Nuh AS serta terkenal dengan kekuatan jasmani dalam bentuk tubuh yang besar.
Mereka dikurniai oleh Allah tanah yang subur dengan sumber-sumber airnya yang mengalir dari segala penjuru sehingga memudahkan mereka bercocok tanam. Berkat kurnia Allah itu mereka hidup menjadi makmur, sejahtera dan bahagia serta dalam waktu yang singkat mereka menjadi suku yang terbesar.
Sebagaimana dengan kaum Nabi Nuh AS, kaum Nabi Hud AS yaitu Suku Aad ini penghidupan rohaninya tidak mengenal Allah Yang Maha Kuasa Pencipta alam semesta. Mereka membuat patung-patung yang diberi nama "Shamud" dan "Alhattar" dan Ajaran dan agama Nabi Idris dan Nabi Nuh sudah tidak berbekas dalam hati, jiwa serta cara hidup mereka sehari-hari.

